Dec 18, 2008

Sikap Memaafkan

Sikap Memaafkan
salah satu sifat mulia yang di anjurkan dalam alQur'an adalah sikap memaafkan:
Allah berfirman: Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf,serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.(QS.AlQur'an,7:199)
dalam ayat lain Allah berfirman:   "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?dan Allah maha pengampun,maha penyayang"  (QS.AnNuur,24:22)
mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia AlQur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain.sebab mereka mudah marah terhadap kesalahan apapun yang di perbuat.padahal Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik



... dan jika kamu maafkan dan santuni serta ampuni(mereka) maka sungguh allah maha pengampun maha penyayang.
(QS.At Taghaabun,64:14)

juga dinyatakan dalam AlQur'an bahwa pemaaf adalah sifat yang terpuji.
"Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia(qur'an42:43)
berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang2 yang bersifat memaafkan,pengasih dan berlapang dada,sebagaimana dinyatakan dalam alQur'an, "..menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)orang lain,"(QS.Aliimran,3:134)

pemahaman orang orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran alQur'an. meskipun banyak orang mungkin berkata meraka telah memaafkan seseorang yang telah menyakiti mereka,namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka,sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu.di lain pihak, sikap memaafkan orang orang beriman adalah tulus.karena mereka tau bahwa manusia di uji di dunia ini dan belajar dari kesalahan mereka,mereka berlapang dada dan bersifat pengasih.lebih dari itu, orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah. ketika memaafkan,mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil.seseorang dapat saja sangat menyakiti tanpa sengaja.akan tetapi, orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karna itu mereka berserah diri dengan segala peristiwa yang menyakiti mereka dan tidak pernah terbelenggu oleh Amarah,..
Semoga kita termasuk dari 0rang beriman yang bisa dengan mudah memaafkan,.Amin

TeRusaNnya Disini nich......

Pilihan DaLam Hidup

sesak! mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan ketika merasa di sakiti,di bohongi,atau mungkin di kecewakan. secara tidak langsung emosi akan mengkontaminasi hati. kronis jika sampai pada titik dendam.

emosi memang suatu keawajaran, karna di samping emosi manusia juga mempunyai hati nurani yang reflek mengeluh atau mungkin berontak jika ketenangannya di usik. bagaimana jika emosi itu berkepanjangan? seorang muslim tentu lebih tau bagaimana islam mengajarkan kita dalam mengatur kondisi hati. namun kita tetap saja manusia. hanya keluhan yang terlontar jika hal buruk menimpa,hanya rasa lupa yang lahir ketika rasa baik menyapa. Hal ini telah Allah kemukakan dalam firmanNya:"sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir"(QS.Al-ma'arij:19-21)

kita selalu merasa kurang dengan apa yg telah kita dapatkan, selalu berharap lebih atas nikmat yg telah di karuniakan. ya karena manusia terkadang memaparkan hal yang tidak sekata dengan realita dan tidak mengiramakan dengan hati nurani. tetapi manusia memang berbeda, hanya Allah Swt. yg tau semua yg tersembunyi dan semua yg terlihat oleh kasat mata. apapun yg kita lakukan toh kembali untuk kita sendiri, "jika kamu berbuat baik(berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri,dan jika kamu berbuat jahat maka(kerugian) itu untuk dirimu sendiri..."(QS:Al-isra':7)
kesimpulannya,jalan dan cara yg diambil dalam kehidupan kita akan menghasilkan sesuatu yg serupa. jika emosi sedang menggenggam hati, alangkah baiknya jika kita bentengi dengan keteguhan, kita luruhkan dengan mengingatnya, bukankah dengan mengingatnya hati kita akan menjadi tenang. bukan malah memanipulasi keadaan yg hanya akan menghadirkan susanan melanklonis pada pihak lain dan memperburuk keadaan.

bagaimana kita memvonis orang lain yg salah, kalau justru diri kita sendiripun di vonis salah. dan mengapa harus ada pihak lain yg sok menghakimi? itulah kehidupan, itulah yg kita pilih untuk kehidupan kita, walaupun sebelumnya kita sama sekali tidak merasa memilih. kalau hal semacam itu sudah terjadi, kita hanya bisa pasrah menerima kenyataan bukan? seketika itu pula kita akan menjadi mandataris sebuah amanah. ya amanah yg Allah mandatkan kepada kita dan untuk kita, bahwa kita hidup hanya untuk beribadah dan bersabar. namun manusia memang tidak pernah luput dari dosa dan salah.maka marilah kita perbanyak beristighfar.!

Ya Allah, jauhkan dosa dari kami seperti engkau jauhkan timur dan barat, dan siramilah hati kami dengan salju dan air yg menyejukkan kalbu. Amin

TeRusaNnya Disini nich......

Hikmah Kematian

Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah kita tidak menyadari bahwa hari-hari yang kita lewati justru semakin mendekatkan kita kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?

Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57)
tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)

Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian]; mereka berpikir tentang: di mana mereka akan kuliah, di perusahaan mana mereka akan bekerja, baju apa yang akan mereka gunakan besok pagi, apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti, hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini. Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!

Ketika kematian dialami oleh seorang manusia, semua “kenyataan” dalam hidup tiba-tiba lenyap. Tidak ada lagi kenangan akan “hari-hari indah” di dunia ini. mari kita Renungkan segala sesuatu yang kita dapat lakukan saat ini: kita dapat mengedipkan mata kita, menggerakkan badan kita, berbicara, tertawa; semua ini merupakan fungsi tubuh kita. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh kita setelah kita mati nanti.

Dimulai saat kita menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, kita tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh kita yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah kita akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah kita dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi kita. Ini adalah kesudahan cerita kita. Mulai saat ini, kita hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan kita sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.

Sementara itu, keluarga dekat kita akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian kita. Di rumah, ruang dan tempat tidur kita akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik kita akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik kita akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas kita di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian kita. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit orang saja yang masih mengenang kita. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi kita yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah kita diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi kita.

Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah kita dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, kita – atau lebih tepatnya, jiwa kita – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas kita berakhir. Sedangkan sisa dari kita – tubuh kita – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?

Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting

Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.

Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.

Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi kita membaca artikel ini, kita berharap untuk tidak meninggal setelah kita menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin kita merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:

Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

semoga kita termasuk dari orang orang yang kembali kepadanya dengan membawa bekal amal amal yg di ridhoi'nya, Amin

TeRusaNnya Disini nich......

Dec 11, 2008

MeNgapa kita haRus MengeLuh??

"Mengeluh"

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan
dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita
praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi
beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya
lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila kita memiliki
dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan
yang kedua selalu mengeluh, kita akan lebih senang
berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang
pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman
kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak
teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa
membuat kita kehilangan teman-teman kita.

 Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita
mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi
tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi
hal ini. Caranya sebenarnya gampang,
kita hanya perlu bersyukur.

 Saya pribadi percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan
PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, kita mengeluh dengan pekerjaan kita. Tahukah
kita berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% lebih orang pada usia kerja produktif tidak
bekerja, jadi bersyukurlah kita masih memiliki pekerjaan
dan penghasilan. Atau kita mengeluh karena disuruh lembur
atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah kita bahwa
sebenarnya atasan kita percaya kepada kemampuan kita? Kalau
kita tidak mampu tidak mungkin atasan kita menyuruh kita
lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah
karena kita telah diberikan kepercayaan oleh atasan kita,
mungkin dengan kita lebih rajin siapa tahu kita bisa
mendapatkan promosi lebih cepat dari yang kita harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup kita akan
lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama kita,
karena kita dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin
luput dari pandangan kita karena kita terlalu sibuk mengeluh.

(Try it now:)

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
Bersyukurlah atas pekerjaan kita, kesehatan kita, keluarga
kita atau apapun yang dapat kita syukuri. Ambilah waktu
selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian kita lanjutkan
kembali kegiatan kita.

2. Jangan mengeluh bila kita menghadapi kesulitan tetapi
lakukanlah hal berikut ini. mari Tutup mata kita, tarik nafas
panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan
dari mulut kita, buka mata, tersenyumlah dan pikirkanlah
bahwa suatu saat nanti kitaa akan bersyukur atas semua yang
terjadi pada saat ini. (jangan kelamaan nanti dikira mikir
yang enggak2)

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila
kita sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan
beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu
berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup kita.

4. "Semakin banyak kita bersyukur kepada Allah atas apa yang kita
miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk
disyukuri."

TeRusaNnya Disini nich......

inDahNya seNi

indahnya seni

barang kali pembahasan yang paling rumit dan paling sulit berkaitan dengan masyarakat islam adalah masalah seni.hal itu karna kebanyakan dari kita memandang itu sebagai sesuatu yang berlebihan.sedangkan seni merupakan sesuatu yang berkaitan dengan hati nurani dari pada akal dan pemikiran.
ada sebagian dari kita yang memahami bahwa masyarakat islam itu adalah masyarakat ibadah dan taat,masyarakat yang serius dan di sibukkan oleh Amal,maka tiada kesempatan untuk bermain-main,bersenda gurau,atau bernyanyi dan bermain musik.tidak boleh lagi bagi bibir ini untuk tersenyum,bagi mulut ini untuk tertawa dan bagi hati ini untuk bergembira,tidak pula bagi kebahagiaan untuk berseri di wajah manusia.

oleh karena itu harus ada pandangan yang adil terhadap pembahasan seperti ini.jauh dari kekerasan sikap dan sikap mempermudah sebagian yang lain, yakni pandangan yang sesuai dengan nash-nash yang benar-benar shahih yang dalilnya jelas dan di bawah naungan maqasid syari'ah dan kaidah kaidah fiqh yang juga sudah di tetapkan.silahkan di buka kitab2 karangan syek Dr yusuf al Qordhawi, "Al halal wal haram fil-islam" dan kitab "fatawe Mu'aashirah,"juz pertama dan kedua,.

jiwa seni adalah bagaimana merasakan adanya keindahan dan menghayatinya, maka itulah yang di ingatkan Allah dalam Al-Qur'an bahwa pentingnya unsur keindahan dan kecantikan yang telah Allah ciptakan pada setiap makhluknya,selain unsur manfaat atau faedah yang juga ada padanya.
demikian Allah telah memberikan kepada manusia untuk bisa merasakan keindahan dan hiasan sekaligus manfaat dari sesuatu.
Allah berfirman menjelaskan karunianya yaitu tentang penciptaan keindahan pada binatang ternak," dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya ketika kamu membawa kembali kekandang dan kamu melepaskan ke tempat pengembalaan"(A-Nahl:6)
Ayat ini mengingatkan sisi keindahan yang mengingatkan kita akan keindahan rabbani yang belom pernah di sentuh tangan pelukis seni yang dia hanya seorang makhluk,tetapi justru di gambar langsung oleh sang pencipta, yakni Allah swt.
hiasan atau seni itu adalah kebutuhan jiwa kita sedangkan makan dan minum adalah kebutuhan jasad kita,keduanya sama sama diperlukan.
"Zinatullah"(hiasan Allah) menggambarkan tentang keindahan yang telah Allah persiapkan untuk hamba2nya,selain unsur manfaat yang tergambar dalam ungkapan"Ath-thayyibaat min ar-rizqi"

sesungguhnya orang yang berkeliling ditaman Al Qur'an akan bisa melihat dengan jelas bahwa alQur'an menanamkan di setiap pikiran orang mukmin dan didalam hatinya rasa keindahan yang terbentang diseluruh penjuru dunia,baik dari atas dari bawah maupun dari sekelilingnya.baik dilangit dibumi pada tumbuh2an hewan dan pada manusia sendiri.
dengan demikian seorang mukmin harus senang melihat keindahan yang ada di alam semesta ini karena itu sebagai rekleksi dari keindahan Allah,swt.
seorang mukmin juga mencintai keindahan,karena"al-jamil"merupakan salah satu asma Allah dan sifatnya yang mulia.seorang mukmin mencintai keindahan karena Robbnya mencintai yang indah,Allah itu indah dan mencintai keindahan.

inilah yang d ajarkan nabi saw kepada sahabatnya.mungkin ada sebagian manusia yang mengira bahwa mencintai keindahan itu bisa mengurangi keimanan atau memasukkan seseorang ke lingkup kelalaian dan kesombongan yang di benci oleh Allah dan manusia.

_ibnu mas'ud meriwayatkan bahwa rasullah saw bersabda"tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari kesombongan",ada seorang yang bertanya,
"sesungguhnya jika ada seseorang yang senang memakai baju baik dan sandal baik(apakah itu termasuk kesombongan?), nabi saw bersabda "sesungguhnya Allah itu indah mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan membenci manusia" (HR.Muslim)

wallahu a'lam bisshowaf.. 

TeRusaNnya Disini nich......

hidup

aPa seh seBeNarNya yG kitA cAri daLam hiDup??
kLo bukaN haNya riDho daRinya seMata!!!
sAaT kiTa di LipuTi beRmaCam mAsaLah
baRu kiTa akaN saDar baHwa hiDup kita unTukNya
tApi sAaT bahaGia meNGelilingi
kiTa LuPa baHwa iTu haNya tiTipiN seMata,

TeRusaNnya Disini nich......
 

. © 2008. Design By: SkinCorner