Dec 18, 2008

Pilihan DaLam Hidup

sesak! mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan ketika merasa di sakiti,di bohongi,atau mungkin di kecewakan. secara tidak langsung emosi akan mengkontaminasi hati. kronis jika sampai pada titik dendam.

emosi memang suatu keawajaran, karna di samping emosi manusia juga mempunyai hati nurani yang reflek mengeluh atau mungkin berontak jika ketenangannya di usik. bagaimana jika emosi itu berkepanjangan? seorang muslim tentu lebih tau bagaimana islam mengajarkan kita dalam mengatur kondisi hati. namun kita tetap saja manusia. hanya keluhan yang terlontar jika hal buruk menimpa,hanya rasa lupa yang lahir ketika rasa baik menyapa. Hal ini telah Allah kemukakan dalam firmanNya:"sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah dan apabila mendapat kebaikan dia menjadi kikir"(QS.Al-ma'arij:19-21)

kita selalu merasa kurang dengan apa yg telah kita dapatkan, selalu berharap lebih atas nikmat yg telah di karuniakan. ya karena manusia terkadang memaparkan hal yang tidak sekata dengan realita dan tidak mengiramakan dengan hati nurani. tetapi manusia memang berbeda, hanya Allah Swt. yg tau semua yg tersembunyi dan semua yg terlihat oleh kasat mata. apapun yg kita lakukan toh kembali untuk kita sendiri, "jika kamu berbuat baik(berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri,dan jika kamu berbuat jahat maka(kerugian) itu untuk dirimu sendiri..."(QS:Al-isra':7)
kesimpulannya,jalan dan cara yg diambil dalam kehidupan kita akan menghasilkan sesuatu yg serupa. jika emosi sedang menggenggam hati, alangkah baiknya jika kita bentengi dengan keteguhan, kita luruhkan dengan mengingatnya, bukankah dengan mengingatnya hati kita akan menjadi tenang. bukan malah memanipulasi keadaan yg hanya akan menghadirkan susanan melanklonis pada pihak lain dan memperburuk keadaan.

bagaimana kita memvonis orang lain yg salah, kalau justru diri kita sendiripun di vonis salah. dan mengapa harus ada pihak lain yg sok menghakimi? itulah kehidupan, itulah yg kita pilih untuk kehidupan kita, walaupun sebelumnya kita sama sekali tidak merasa memilih. kalau hal semacam itu sudah terjadi, kita hanya bisa pasrah menerima kenyataan bukan? seketika itu pula kita akan menjadi mandataris sebuah amanah. ya amanah yg Allah mandatkan kepada kita dan untuk kita, bahwa kita hidup hanya untuk beribadah dan bersabar. namun manusia memang tidak pernah luput dari dosa dan salah.maka marilah kita perbanyak beristighfar.!

Ya Allah, jauhkan dosa dari kami seperti engkau jauhkan timur dan barat, dan siramilah hati kami dengan salju dan air yg menyejukkan kalbu. Amin

0 peNdapatmU:

Post a Comment

 

. © 2008. Design By: SkinCorner