Dec 11, 2008

inDahNya seNi

indahnya seni

barang kali pembahasan yang paling rumit dan paling sulit berkaitan dengan masyarakat islam adalah masalah seni.hal itu karna kebanyakan dari kita memandang itu sebagai sesuatu yang berlebihan.sedangkan seni merupakan sesuatu yang berkaitan dengan hati nurani dari pada akal dan pemikiran.
ada sebagian dari kita yang memahami bahwa masyarakat islam itu adalah masyarakat ibadah dan taat,masyarakat yang serius dan di sibukkan oleh Amal,maka tiada kesempatan untuk bermain-main,bersenda gurau,atau bernyanyi dan bermain musik.tidak boleh lagi bagi bibir ini untuk tersenyum,bagi mulut ini untuk tertawa dan bagi hati ini untuk bergembira,tidak pula bagi kebahagiaan untuk berseri di wajah manusia.

oleh karena itu harus ada pandangan yang adil terhadap pembahasan seperti ini.jauh dari kekerasan sikap dan sikap mempermudah sebagian yang lain, yakni pandangan yang sesuai dengan nash-nash yang benar-benar shahih yang dalilnya jelas dan di bawah naungan maqasid syari'ah dan kaidah kaidah fiqh yang juga sudah di tetapkan.silahkan di buka kitab2 karangan syek Dr yusuf al Qordhawi, "Al halal wal haram fil-islam" dan kitab "fatawe Mu'aashirah,"juz pertama dan kedua,.

jiwa seni adalah bagaimana merasakan adanya keindahan dan menghayatinya, maka itulah yang di ingatkan Allah dalam Al-Qur'an bahwa pentingnya unsur keindahan dan kecantikan yang telah Allah ciptakan pada setiap makhluknya,selain unsur manfaat atau faedah yang juga ada padanya.
demikian Allah telah memberikan kepada manusia untuk bisa merasakan keindahan dan hiasan sekaligus manfaat dari sesuatu.
Allah berfirman menjelaskan karunianya yaitu tentang penciptaan keindahan pada binatang ternak," dan kamu memperoleh pandangan yang indah padanya ketika kamu membawa kembali kekandang dan kamu melepaskan ke tempat pengembalaan"(A-Nahl:6)
Ayat ini mengingatkan sisi keindahan yang mengingatkan kita akan keindahan rabbani yang belom pernah di sentuh tangan pelukis seni yang dia hanya seorang makhluk,tetapi justru di gambar langsung oleh sang pencipta, yakni Allah swt.
hiasan atau seni itu adalah kebutuhan jiwa kita sedangkan makan dan minum adalah kebutuhan jasad kita,keduanya sama sama diperlukan.
"Zinatullah"(hiasan Allah) menggambarkan tentang keindahan yang telah Allah persiapkan untuk hamba2nya,selain unsur manfaat yang tergambar dalam ungkapan"Ath-thayyibaat min ar-rizqi"

sesungguhnya orang yang berkeliling ditaman Al Qur'an akan bisa melihat dengan jelas bahwa alQur'an menanamkan di setiap pikiran orang mukmin dan didalam hatinya rasa keindahan yang terbentang diseluruh penjuru dunia,baik dari atas dari bawah maupun dari sekelilingnya.baik dilangit dibumi pada tumbuh2an hewan dan pada manusia sendiri.
dengan demikian seorang mukmin harus senang melihat keindahan yang ada di alam semesta ini karena itu sebagai rekleksi dari keindahan Allah,swt.
seorang mukmin juga mencintai keindahan,karena"al-jamil"merupakan salah satu asma Allah dan sifatnya yang mulia.seorang mukmin mencintai keindahan karena Robbnya mencintai yang indah,Allah itu indah dan mencintai keindahan.

inilah yang d ajarkan nabi saw kepada sahabatnya.mungkin ada sebagian manusia yang mengira bahwa mencintai keindahan itu bisa mengurangi keimanan atau memasukkan seseorang ke lingkup kelalaian dan kesombongan yang di benci oleh Allah dan manusia.

_ibnu mas'ud meriwayatkan bahwa rasullah saw bersabda"tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari kesombongan",ada seorang yang bertanya,
"sesungguhnya jika ada seseorang yang senang memakai baju baik dan sandal baik(apakah itu termasuk kesombongan?), nabi saw bersabda "sesungguhnya Allah itu indah mencintai keindahan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan membenci manusia" (HR.Muslim)

wallahu a'lam bisshowaf.. 

0 peNdapatmU:

Post a Comment

 

. © 2008. Design By: SkinCorner